Alasan pentingnya investasi
1. Mengembangkan Kekayaan
Investasi membuat uang bekerja untuk menghasilkan lebih banyak uang tanpa harus bersusah payah.
Yang perlukan adalah kemampuan menyisihkan penghasilan bulanan, alih-alih langsung menghabiskannya untuk keperluan jangka pendek, serta kemampuan memilih instrument investasi yang tepat.
2. Mengalahkan Inflasi
Tingkat inflasi setiap tahunnya pasti selalu meningkat, itu sudah pasti tidak bisa dihindari. Menabung di bank tidak akan cukup karena nilai mata uang akan menurun akibat pengaruh inflasi tersebut. Investasi merupakan cara yang tepat untuk melindungi kekayaan yang kita miliki. Apabila kita tidak berinvestasi, maka nilai uang yang kita tabung akan terus digerogoti.
3. Penting untuk Bisnis
Investasi sangat penting untuk bisnis apapun, baik kecil atau besar. Dasar dalam investasi juga menjadi dasar dalam memiliki dan mempertahankan bisnis seperti menganalisis risiko, memilih untuk mengambil risiko, dan kemampuan menangkap peluang.
Jadi, investasi tidak hanya membantu menumbuhkan modal dan memperluas bisnis, tapi juga mengajarkan bagaimana menjadi seorang pengusaha sukses.
4. Membiayai Kebutuhan Keluarga
Membiayai kebutuhan keluarga bisa menjadi hal menantang terutama dengan semua pengeluaran yang harus dilakukan seperti membayar kredit rumah, kredit kendaraan, menyiapkan uang liburan, dll.
Dengan menginvestasikan sebagian dari penghasilan bulanan, dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar di kemudian hari, yang bisa digunakan untuk membiaya semua kebutuhan tersebut.
5. Biaya Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu investasi paling menguntungkan yang bias dilakukan. Biaya pendidikan, terutama di perguruan tinggi, semakin meningkat tiap tahunnya. Jadi, bijaksana untuk mendukung rencana ini dengan melakukan investasi.
6. Membiayai Pensiun
Bahkan jika masih muda dan masih jauh dari usia pensiun, lebih baik berpikir ke depan daripada menyesal. Tujuan memiliki cukup uang ketika pensiun bisa dilakukan sejak muda dengan menyusun rencana investasi jangka panjang.
7. Ingin melindungi nilai aset yang dimiliki
Jika sudah memiliki kekayaan tertentu. Kemudian, apakah sudah cukup begitu saja? Tentu tidak, karena tanpa berbuat apa-apa, nilai aset bakalan menurun nilainya. Punya keinginan di masa depan Ingin memiliki mobil, atau rumah merupakan salah satu alasan mengapa perlu berinvestasi.
Pengertian Kaya, Asset Dan Liabilitas
Pengertan Kaya
Arti Kekayaan menurut Robert T. Kiyosaki
Kekayaan adalah sama dengan kemampuan untuk terus bertahan hidup dengan gaya hidup yang ada, tanpa harus bekerja.
Kaya adalah relatif. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang 10 juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki uang 10 milyar. Menurut majalah forbes kaya adalah orang yang mempunyai penghasilan 1 juta USD keatas setahunnya. Sedangkan menurut Robert T. Kiyosaki yang mengutip dari gurunya Buckminster Fuller bahwa kaya adalah bukan berapa besar active income anda melainkan kaya adalah apabila passive income lebih besar dari biaya hidup. Yang dimaksud passive income disini adalah uang yang masuk tanpa harus bekerja.
Pengertian Asset
Aset (assets) adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. Aset perusahaan berasal dari transaksi atau peristiwa lain yang terjadi di masa lalu. Perusahaan biasanya memperoleh aset melalui pengeluaran berupa pembelian atau produksi sendiri. Akan tetapi, tidak adanya pengeluaran yang bersangkutan tidak mengecualikan suatu barang atau jasa memenuhi definisi aset, misalnya barang atau jasa yang telah didonasikan kepada perusahaan dapat dianggap sebagai aset.
Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset adalah potensi dari aset tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, dalam bentuk arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivitas operasional perusahaan.
Pengertian Liabilitas
Liabilitas (Liabilities) adalah kewajiban perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, peyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi. Liabilitas timbul dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Jadi, misalnya pembelian barang atau penggunaan jasa menimbulkan utang usaha (kecuali jika dibayar dimuka atau pada saat penyerahan dan penerimaan pinjaman bank menimbulkan liabilitas untuk membayar kembali pinjaman tersebut. Penyelesaian kewajiban masa kini, selain pembebasan dari kreditur, biasanya melibatkan perusahaan untuk mengorbankan sumber daya yang memiliki manfaat masa depan untuk memenuhi tuntutan pihak lain.
Posisi Investor Dalam Cashflow Quadran
Cashflow Quadrant adalah suatu diagram atau parameter yang digunakan untuk mengetahui bagaimana keadaan kita saat ini. Apakah kita sebagai pekerja, pemilik ataupun sebagai investor.
Menurut Robert T. Kiyosaki Cashflow Quadrant adalah keadaan mengenai keempat jenis orang berbeda yang ada di dalam dunia bisnis (pegawai, pekerja lepas, pemilik usaha dan investor) mengenai siapa diri mereka dan apa yang membuat individu di masing – masing kuadran. Cashflow Quadrant digunakan untuk mengetaui bagaimana keadaan kita sekarang. Apakah kita sebagai pemilik, pekerja, ataupun sebagai investor. Keadaan ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Keterangan gambar:
* E untuk employee (pegawai)
* S untuk self – employee (pekerja lepas)
* B untuk business owner (pemilik usaha)
* I untuk investor (penanam modal)
Berdasarkan keterangan di atas maka dapat disimpulkan bahwa “E” dan “S” diletakkan di kuadran sisi kiri, sedangkan “B” dan “I” diletakkan di kuadran sisi kanan. “E” dan “S” biasanya mengandalkan gaji untuk kehidupannya. Sedangkan “B” dan “I” menerima pemasukan dari bisnisnya sehingga mereka lebih mempunyai waktu luang yang lebih.
Posisi Cashflow Quadrant
Jika Anda belum memahami posisi kuadran Anda, maka anda perlu mengenal lebih jauh kuadran – kuadran Anda. Kuadran ada dua macam yaitu kuadran kanan dan kuadran kiri. Untuk memahi lebih lanjut maka pahamilah keterangan berikut ini.
1) Kuadran Sisi Kanan (Right Kuadran)
Mungkin Anda menginginkan berada di kuadran ini, Anda perlu mengetahui beberapa karakteristik kuadran kanan, diantaranya adalah:
a. Cashflow atau arus uang yang berputar di sektor ini sangat besar, yakni sekitar 90 % dari cashflow masyarakat.
b. Orang yang terjun berusaha di sector ini hanya sedikit, sekitar 10 % saja. Tidak heran Robert T. Kiyosaki sangatlah kaya.
c. Peluang untuk mendapatkan jumlah uang yang lebih besar berada di sektor ini.
Kuadran kanan adalah kuadran yang sangat bagus, yang termasuk kuadran kanan adalah:
B (Business Owner)
Pada kuadran ini pemilik usaha lah yang berperan. Mereka mempekerjakan uang, artinya mereka tidak bekerja untuk uang tetapi uang mereka bekerja untuk mereka. Mereka tidak bekerja sekeras pekerja lepas apalagi seorang karyawan. Mereka selalu punya waktu luang. Mereka hidup untuk menikmati hidup.
I (Investor)
Pada kuadran ini hidup anda sangatlah bahagia. Pekerjaan mereka hanyalah berinvestasi, mereka tidak punyamasalah dengan keuangan mereka. Mereka selalu berpikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
Bagi Investor ada beberapa tingkatan yaitu:
Peminjam
Penabung
Investor Pandai
Investor Jangka Panjang
Investor Canggih
Kapitalis
2) Kuadran Sisi Kiri (Left Quadrant)
Kuadran kiri memang tidak sebagus kuadran kanan. Namun disini Anda mendapatkan keamanan dan kenyamanan gaji. Walau pun tidak sebesar porsi kuadran kanan. Beberapa karakteristik kuadran kiri adalah:
a. Cashflow uang yang berputar di sector ini relative sedikit. Uang yang berputar sekitar 10 % dari cashflow di masyarakat.
b. Orang yang ikut terjun bekerja di sektor ini justru sangat bantak, yaitu sekitar 90 % dari jumlah pekerja di masyarakat.
c. Porsi cashflow banyak diperebutkan banyak orang.
d. Penghasilan setiap individu relatif kecil
Yang termasuk ke dalam kuadran kiri adalah:
E (Employe)
Mereka adalah pegawai / karyawan. Mereka bekerja pada orang lain. Karyawan ini terdiri dari tingkatan paling rendah sampai paling tinggi.
S (Self – Employed)
Mereka adalah pekerja lepas, di kuadran ini para pekerja selalu ingin menjadi bos bagi diri mereka sendiri. Contoh pekerja lepas ini adalah konsultan, pengacara, dokter praktek, arsitek, pemilik warung, da lain sebagainya.



0 komentar:
Posting Komentar