Minggu, 20 Maret 2016

Manajemen Investasi




Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang
 
Menurut Sunariyah (2003:4): “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.” Dewasa ini banyak negara-negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.

Menurut Husnan (1996:5) menyatakan bahwa “proyek investasi merupakan suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.” Pada umumnya manfaat ini dalam bentuk nilai uang. Sedang modal, bisa saja berbentuk bukan uang, misalnya tanah, mesin, bangunan dan lain-lain.

Manajemen Investasi adalah proses pengelolaan uang. Pekerjaan merencanakan, meng-implementasikan dan mengawasi dana investor individual maupun institusional 

Fungsi Pokok Manajemen
  • Planning (merencanakan): menetapkan tujuan dan menentukan cara-cara untuk mencapai tujuan.
  • Organizing (mengorganisasikan): mengatur pekerjaan-pekerjaan orang-orang dan sumber-sumber daya untuk mencapai tujuan. 
  • Leading (memimpin): memotivasi, mengarahkan, mendorong dan mempengaruhi orang-orang untuk bekerja keras meraih tujuan organisasi. 
  • Controlling (mengontrol): memantau kinerja, membandingkan dengan tujuan, dan mengambil langkah-langkah perbaikan.   

 Tujuan Investasi
  1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang.
  2. Mengurangi tekanan inflasi.
  3. Dorongan untuk menghemat pajak.
Proses Investasi 


Langkah-langkah dalam proses investasi
  • Pengetahuan tentang pengembalian dan resiko investasi 
  • Mengetahui sikap investor terhadap resiko. Setiap investor harus mau menerima resiko investasi yang terkadang di dalam aset riil maupun surat berharga, dan dapat mengidentifikasi kombinasi pengembalian dan resiko yang dapat diterima. Dengan kata lain, sebelum menerima resiko investasi, investor harus berada pada posisi finansial yang logis, dan harus siap menggunakan alasan-alasan yang masuk akal untuk proses pembuatan keputusan. 
  • Pengetahuan dari setiap tipe surat berharga / aset yang tersedia untuk investasi, termasuk pengembalian yang diharapkan dan resiko yang berhubungan dengan tipe aset / surat berharga tersebut.
  • Memilih beberapa surat berharga / aset yang dapat memberi suatu pengembalian dan resiko yang dapat diterima berdasarkan kebutuhan -kebutuhan dari investor tertentu.




    1 komentar:

    Renaldi mengatakan...

    Mau investasi apartemen dan nyaman untuk di jadikan tempat tinggal di daerah pusat kota jakarta? Ya green pramuka city lah solusinya! Baca artikel reviewnya Green Pramuka City Hunian Strategis dan Nyaman di Pusat Kota di http://renseo.blogspot.com/2016/06/Green-Pramuka-City-Hunian-Strategis-dan-Nyaman-di-Pusat-Kota.html

    Posting Komentar